Hari ini gue ngeliat cuaca di luar .. bujuddd.. kompor aja ampir sama panas kali ye?
hmm. dan seketika gue ngeliat bokap gua keluar rumah, pake motor.. gk pake jaket helm,, mungkin deket.. tapi, yaaa menyadari gue buat nulis lagi.
kali ini tulisan ini gua persembahkan untuk
Sang Ayah..
Hari ini, aku menatap ayahku yang sedang setiap hari harus memenuhi kebutuhan dan bertanggung jawab terhadap keluarga.. kadang terpikir, betapa kuat, betapa sabar, betapa tabahnya, betapa ikhlasnya, semua.. ya.. semua yang di beri ke kita.. apakah ayah akan meminta kembali lagi? apakah ayah akan memarahimu setiap ia memberi sesuatu?
Saat ayah berkendara motor keluar untuk mencari nafkah.. panas, terik, gerimis, hujan, apakah Ayah pernah mengeluh kepada keluarga kita?
Saat ayah mengalami kegagalan, kesusahan, apakah Ayah pernah mengeluh kepada kita?
Saat kita sakit, terlihat Ibu lebih memerhatikan kita, tapi tahukah? Sebenarnya Sang Ayah lah yang paling panik? Walaupun ayah biasanya terlihat cuek, bukankah ayah yang akan setengah mati mencari obat buat kita?
Mungkin mama lebih sering menanyakan keadaanmu setiap hari. Tapi taukah kamu jika papamu yg mengingatkannya utk menelepon kita?
Mgkn mama yg lebih sering mengajakmu bercerita,tp taukah kamu sepulangnya ia bekerja dgn wajah lelah ia selalu menanyakan kabarmu dari mama mu?
Saat kamu menangis meronta meminta gadget yg baru,mama menatapmu iba,tetapi ayah mengatakan dgn tegas "kita beli nanti,tapi tidak sekarang" karena ia tidak ingin kamu menjadi manja dgn semua tuntutan yg selalu di penuhi.
Ketika kita tertimpa masalah. Ayah akan segera berkata "kamu sudah besar nak, kau tau apa yang kamu lakukan, dan harus kamu pertanggung jawabkan."
Ketika ayah memberi uang saku kepada kita. Tahukah kalian, kalau Ayah menyisihkan uang untuk kepentingan dia, demi kita?
Saat makan malam bersama, Ayah pasti makan dengan sayur yang sedikit.. "Anakku harus tumbuh besar", dan ia pun mengambil sayur dan meletakkan ke piring kita, "nak, makan yang banyak agar engkau besar dan pintar"
Saat Ayah sakit.. Ayah hanya akan memikirkan nasib Anaknya.. "apakah anak saya baik2 saja tanpa pantauan saya?"
saat papa sedikit memaksamu utk menjd seorang dokter. Ketahuilah bahwa ia hanya memikirkan masa depanmu nanti. Tp toh dia tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjd seorang penulis.
saat kamu sakit dan tidak berada di dekatnya. Papa terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak berkata "sudah di blg jgn minum air dingin!".berbeda dgn mama yg memperhatikanmu dgn lembut.
ketahuilah saat itu ia benar2 khawatir dgn keadaanmu.
ketahuilah saat itu ia benar2 khawatir dgn keadaanmu.
dan di saatnya nanti kamu wisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah org pertama yg berdiri dan memberi tepuk tangan utk mu. Dia yg tersenyum bangga dan puas melihat "Anakku, yg tidak manja sekarang berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
papa adalah sosok yg harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat utk tdk menangis. Harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. papa jg orang pertama yg selalu yakin bahwa "kamu bisa" dalam hal apapun.
tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih syg seorang papa hingga tugasnya selesai.kamu adalah salah satu org yg beruntung. Karna papa adalah sosok superhero yg hebat..
tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih syg seorang papa hingga tugasnya selesai.kamu adalah salah satu org yg beruntung. Karna papa adalah sosok superhero yg hebat..
udah de.. sgini aja yang mungkin ada di pikiran dan hati gue untuk seorang PAPA
yang pengorbanannya sampai detik ini tidak akan terhitung harganya..
kata2nya ada yang liad referensi dari orang.. tapi ini smua bener2 dari hati gue :')
Spesial thanks to,
All the Father in the World
mantappppp,
BalasHapuskeren juga jadi penuli